Ahli Hidrologi Asal UGM Yogjakarta Dukung Program Gemma Camtara

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Makassar, LiraNews — Disela kunjungannya ke Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 17 Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkananyya Makassar.

Zulkifli, SE selaku Camat Ternate Maluku Uatara mengatakan kepada Kepala P3E Suma, Dr. Ir. Darhamsya, M.Si dan Azri Rasul, SKM.,M.Si, MH Kepala Tata Usaha bahwa, Gemma Camtara akronim dari Gerakan Menabung dan Memanen Air Hujan Kecamatan Kota Ternate Utara, merupakan program konservasi air tanah sebagai sumber baku air bersih, Kamis (29/8/2019).

“Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program ini diantaranya pembangunan Instalasi Pemanfaatan Air Hujan (IPAH) dengan pola kerja Swadaya Masyarakat,” Imbuhnya.

Ditambahkan Zulkifli, “Hebatnya program Gemma Camtara ini mendapat dukungan dari seorang Ahli Hidrologi Universitas Gadjah Mada, Dr. Ing. Ir Agus Maryono, Lulusan S3 bidang Hidro dari University of Karlsruhe, Jerman.”

“Beliau sangat mengapresiasi program ini dan bangga setelah mendengar dan mengikuti Gemma Camtara,”  Uuar Zulkifli menyampaikan ungkapan Agus Maryono kepada Kepala dan Kepala Tata Usaha P3E Suma.

“Gerakan ini luar biasa, memanen air hujan, sedekah air hujan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kurang lebih 1 (satu) tahun sudah bisa memasang, memanen lalu menolong bersedekah air hujan sebanyak lebih dari 100 lokasi itu suatu prestasi yang luar biasa, boleh saya katakan belum dicapai daerah-daerah lain,” Sebut Agus.

Pada testimoninya, diteruskan dan disebar luaskan ke masyarakat Maluku, Terante Utara maupun Papua dan Sulawesi. “Dengan begitu amal ibadah kita akan menjadi amal jariah luar biasa, saya selalu mendukung  Gemma Camtara,” harap pria kelahiran Sukoharjo ini.

Gerakan menabung dan memanen air hujan yang digagas Zulkifli, Camat Ternate Utara Kecamatan Kota Ternate Utara ternyata mulai diminati warga luar.

Pesantren mulai tertarik untuk mengaplikasikan model pengelolaan air hujan tersebut pasalnya potensi hujan belum dikelola maksimal sementara selama ini pihak Pesantren hanya mengandalkan air tanah yang banyak kendalanya.

Gerakan menabung dan memanen air hujan Kecamatan Kota Ternate Utara atau Gemma Camtara mulai diminati warga di luar Kecamatan Kota Ternate Utara. Program ini diminti Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hidayatullah Ternate yang berlokasi di Kecamatan Gambesi Pulau Ternate. Program pengolahan air hujan ini menjadikan Camat Kota Ternate Utara Zulkfli, SE mengunjungi Pesantren guna bertukar pikiran terkait rencana penduplikasian program pengelolaan air hujan ini di kawasan pesantren.

Camat Ternate Utara ini mengajak untuk bersedekah air hujan, disampaikan Zulkifli menyusul keinginan pesantren Tahfidzul Quran Hidayatullah Ternate untuk merealisasikan sistem pengolahan air hujan sederhana yang dilakukan pihaknya dengan air hujan maka akan mendapatkan pahala dan juga banyak juga banyak manfaat.
Kepala Kantor Kecamatan Kota Ternate Utara Zulkifli, SE mengajak seluruh masyarakat kota Ternate untuk lebih peduli terhadap air tanah. Kepedulian ini bisa ditunjukkan ini bisa ditunjukkan dengan pengelolaan air hujan yang baik, di mana air hujan harus dikelola untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya disimpan melalui sumur resapan dijadikan sebagai cadangan air tanah.

Hal inilah yang menjadikan gerakan menabung dan memanen air hujan dilakukan pihaknya, program ini pun mulai lirik warga di luar kawasan Kecamatan Kota Ternate Utara seperti yang ada pada Pesantren Tahfidzul Qur’an Hidayatullah Ternate. Melihat potensi hujan yang ingin dikelola pihak pesantren menjadikan Camat Kota Ternate Utara ini mengajak semua pihak untuk mensedekahkan air hujan kepada yang membutuhkan.
Sedekah air hujan yakni dengan bergotong-royong membantu pembangunan instalasi sistem pengolahan air hujan sederhana di kawasan yang membutuhkannya, dengan gerakan sedekah air hujan ini ada nilai manfaat yang didapatkan yakni, pahala nilai kebaikannya dan bisa berkontribusi dalam penyelamatan air tanah di kota Ternate Utara.

“Gemma Camtara ini sebuah konsep atau gerakan yang mengajak kita untuk menjaga keseimbangan air tanah, air tanah itu sumbernya dari hujan,” tutur Zulkifli.
Lalu, “kemudian kita luaskan, supaya lebih banyak lagi masyarakat untuk bisa membuat semacam sumur resapan untuk persiapkan air ke dalam tanah.”

Ditambahkan Camat muda nan bersahaja ini, salah satu gerakan turunannya adalah sedekah air hujan dan kita coba mengajak saudara-saudara kita yang berkelebihan rezeki untuk membantu mungkin membuatkan sumur resapan atau mengadakan pipa penampungan seperti yang ada di pondok pesantren, jadi sedekah air hujan itu di kecamatan Ternate Utara sudah jarang dan bagi warga yang kurang mampu sudah kami buatkan instalasinya, selama ini hanya memanfaatkan menggunakan sumur bor padahal potensi air hujan di sini sangat besar.

“Jadi kita berupaya dengan gerakan sedekah air hujan kita buatkan instalasinya di pondok pesantren ini. Sebelumnya konsep pengelolaan air tanah dalam wujud gerakan menabung dan memanen air hujan ini sudah dipraktekkan pada pondok pesantren di Kecamatan Kota Ternate Utara, hasilnya adalah kebutuhan Pesantren akan air bersih bisa terpenuhi melihat potensi hujan yang berlimpah ruah di Kota Ternate maka pengelolaan air hujan harus bisa dilaksanakan semua pihak sehingga kelestarian air hujan yang disiapkan sebagai air tanah bisa terus terjaga,” kunci Zulkifli kepada awak Media.

Reporter: Adi Suma

Sat Aug 31 , 2019
Jakarta, LiraNews – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan masih tertinggalnya kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dibandingkan negara lain di dunia, bahkan di Asia, merupakan tantangan terbesar yang harus diselesaikan sebelum Indonesia memasuki usia 100 Tahun kemerdekaan pada 2045. QS World University Ranking pada 19 Juni 2019 merilis laporan 1.000 […]