Orang Tua/Wali di Sulsel Bongkar Dugaan Kecurangan Panitia Seleksi SKD IPDN Gugurkan Peserta.

Gravatar Image
  • Whatsapp
Jadwal Pembagian Sesi SKD Sekolah Kedinasan Tahun 2022

LIRANEWS.com, MAKASSAR – Puluhan pendaftar calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 2022 di wilayah Sulawesi Selatan diduga digugurkan secara curang oleh panitia seleksi.

Orang tua peserta seleksi kompetisi dasar (SKD) penerimaan calon praja IPDN Jemy Nento membeberkan bahwa anaknya tidak lagi diikutkan pada tes selanjutnya.

Jemy mewakili puluhan orang tua yang anaknya ikut digugurkan mengaku panitia sengaja melakukan praktik kecurangan itu dengan mengumumkan waktu tes SKD yang salah.

“Dijadwal pengumuman tertulis waktu persiapan seleksi II pada pukul 9.30 sampai 10.30 atau ada durasi waktu sebanyak 60 menit. Tapi pas kami datang dan menunggu ternyata jam 9.30 itu batas waktu selesai (tutup),” ujar Jemy, Senin 20 Juni 2022.

Menurut Jemy panitia SKD memasang waktu tes SKD hanya untuk dirinya sendiri, sebab tidak ada konfirmasi ulang atau batas waktu registrasi yang jelas.

“Dengan waktu yang dicantumkan di papan pengumuman peserta ikut sesuai jadwal, tapi ternyata jadwal itu salah. Akhirnya puluhan peserta telat dan dinyatakan gugur,” ungkapnya.

Pengacara lokal itu menjelaskan kronologis saat mengantar anaknya tes SKD di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jalan Paccerakkang pada Sabtu 11 Juni 2022.

Saat anaknya ingin registrasi persiapan seleksi II pukul 9.30 (sesuai jadwal pengumuman) ternyata pada jam itu juga batas waktu sudah selesai atau tutup.

“Pas liat di papan pengumuman jadwal itu sudah hilang. Puluhan orang dinyatakan gugur karena mendapat sebaran jadwal yang salah. Tetapi saya kira itu tidak bisa menggugurkan peserta,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya yang lebih mencengangkan lagi justru pihak panitia mengeluarkan pengumuman jadwal baru sesuai keinginannya dengan tanggal mundur (7Juni 2022).

Atas dugaan kecurangan tersebut, Ketua Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Makassar itu akan melakukan upaya hukum atas kecurangan yang dilakukan oleh panitia.

“Kita akan lakukan upaya hukum, kami bersama puluhan orang tua punya bukti dan segera bertindak sesuai prosedur hukum. Kecurangan ini tidak boleh dibiarkan terus berulang,” pungkasnya.

Pihak media berusaha menghubungi BKN Wilayah Sulsel namun belum mendapat respon.

(*)

Related posts